Kepemimpinan Pemuda dan Peringatan 2 Abad Tambora

0

web_Jambora-Delta-Api

Salah satu rekomendasi Temu Reflektif (tahunan) Komunitas dan jejaring Sukma++ adalah perlunya menggemakan gerakan dan capaian perubahan (Agenda Sukma++) disertai penguatan kader-kader dan pemimpin muda kepulauan. Terkait dengan hal ini, Komunitas Pemuda (Muda) Delta Api, menggagas kegiatan Peningkatan Kapabilitas Kepemimpinan dan Kewiradayaan yang diramu dengan Peringatan 2 Abad meletusnya Tambora, 5-11 April 2015 di dusun Latonda desa Pekat kecamatan Pekat kabuaten Dompu NTB.

Kepemimpinan pemuda dan Peringatan 2 Abad Tambora harus dimaknai dalam konteks ini. Keperkasaan dan kedigdayaan Pemuda dalam kerendahan hati yang santun menerima pewarisan nilai leluhur. Tujuan dari kegiatan ini agar perspektif sosio-ekosistem kepulauan bisa termaknai secara utuh dan berkelanjutan, maka Komunitas ini pun mengajak sejawat muda lainnya untuk ikut bergabung.

Total ada 59 partisipan baik peserta, penyelenggara maupun narasumber. Mereka berasal dari berbagai unsur pemuda yang bertalenta atau memiliki bertalenta kepemimpinan (leadership) yang berasal dari Kepulauan Sunda Kecil-Maluku dan Kepulauan lainnya.

Tambora adalah salah satu tonggak sejarah, Pusaka Saujana yang memberikan kemanfaatan dan kemaslahatan bagi masyarakat. Tambora adalah perwakilan Gugus Cincin Api dalam bentang Nusantara. Letusan Tambora 1815 silam telah berdampak signifikan. Bukan saja terjadi Perubahan iklim yang ekstrem secara global kala itu, tetapi juga mengubah sejarah dunia. Peradaban dan sejarah terkubur hingga 2 abad dan saatnya menguak keperkasaan Sang Maha Kuasa melalui Tambora, sekaligus perenungan tragedy yang merenggut jutaan manusia dan mahluk lainnya.

Tambora bisa menjadi symbol ketegaran pemuda nusantara menghadapi pergaulan dunia. Menjadi titik reflektif pengembangan peradaban nusantara sebagaimana yang telah dirumuskan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan UUD 1945 (pembukaan). Dengan demikian perspektif Cincin Api, yang mewakili up land, adat dan pesisir-pulau kecil-mikro dan perkotaan kepulauan bisa tersinergi.

Kegiatan ini terlaksana atas dukungan The Institute Samdhana, WWF, Santiri Fondation, dan LP2DPM Dompu. Diikemas dalam bentuk Jambore dengan Tema “Kepemimpinan Dan Kewiradayaan Pemuda Cincin Api Dan Delta Api – Menapak Tambora, Mengukir Peradaban Nusantara”. Selama 2 hari peserta bersama warga masyarakat melakukan penanaman Mangrove dan Mahoni di sekitar pantai dan mata air. Selanjutnya lokakarya kepemimpinan selama 4 hari dan diakhiri deklarasi di 3 tempat, yaitu Pulau Satonda, Doro Ncanga, dan Puncak Tambora.

Sumber : Laporan Narasi Mitra LP2DPM, Juni 2015

Previous articleBudidaya Lebah Madu untuk Petani dan Anggota Koperasi di Airnaningan
Next articleTransparansi Spasial untuk Perlindungan dan Pengakuan Wilayah Kelola Masyarakat Adat di Tayan Hilir
The Samdhana Institute was formed in 2003 by a group of individuals, conservationist, development practitioners, constituting the first Samdhana Fellows: moved by the same commitment of 'giving back' that they know to the next generation;and bringing together skills, knowledge, experiences, networks, colleagues and friends; delivering maturity, strength and sustainability. The Samdhana Institute is a non-profit organization with an office in Indonesia and a Regional base in the Phillippines for Southeast Asia. The Samdhana Institute offers and institutional home and community for those who wish to reduce their time devoted to institutional needs and give more time and energey assisting the next generation of development and conservation practitioners.

LEAVE A REPLY